Cara Investasi Bitcoin Bagi Anda yang Masih Pemula

Investasi Bitcoin jadi instrumen yang tengah digandrungi masyarakat. Aset cryptocurrency satu ini pertama kali dikembangkan Satoshi Nakamoto tahun 2009. Tujuannya untuk memecahkan beberapa kelemahan dari mata uang kripto besar.

Mata uang digital tersebut mempunyai fungsi serupa mata uang biasa. Namun, Bitcoin hanya ada di dunia digital. Kalau Anda ingin mulai berinvestasi menggunakan Bitcoin simak 7 tips berikut ini.

1. Mendaftar Bitcoin di Exchange

Persyaratan utama dalam berinvestasi menggunakan Bitcoin yakni membuka akun di exchange. Bitcoin exchange atau juga dikenal bursa Bitcoin adalah julukan bagi perusahaan penyedia tempat khusus.

Tempat tersebut digunakan investor dari berbagai negara guna menukarkan Bitcoin dengan mata uang fiat. Contohnya dolar, euro, yuan, rupiah, dan sebagainya.

Pendaftaran akun exchange dilakukan via online. Dapat melalui aplikasi atau website. Untuk aplikasi, Anda dapat mengunduhnya gratis di Google Play Store maupun Apple Store.

2. Verifikasi KYC (Know Your Customer)

Setelah Anda membuka akun investasi Bitcoin di exchange, untuk bisa segera bertransaksi, Anda wajib memperoleh verifikasi KYC. Verifikasi tersebut bermanfaat untuk melindungi tiap user di exchange.

Selain itu juga untuk memastikan kebijakan AML (anti money laundering) dapat berjalan dengan semestinya. Biasanya, tahap verifikasi KYC terdiri atas mengunggah foto KTP asli secara jelas.

Anda juga akan diminta mengisi data pribadi, serta mengunggah selfie tanpa mengenakan atribut wajah, seperti topi maupun kacamata. Data tersebut selanjutnya diproses minimal dalam waktu 1 hari jam kerja. Pastikan data yang Anda input sudah benar dan akurat.

3. Menyetor Sejumlah Uang

Untuk melakukan investasi Bitcoin, Anda wajib melakukan deposit rupiah ke rekening yang telah ditentukan. Umumnya, setoran minimum exchange ada pada kisaran Rp30.000 sampai 50.000.

Namun, terdapat beberapa exchange yang meminta besar deposit minimum dengan nominal yang lebih tinggi.

4. Menentukan Pair Aset Kripto

Sebelum memulai transaksi, Anda perlu memilih pair atau pasangan yang ingin dilakukan trading. Pasangan yang paling populer yakni Bitcoin dengan Rupiah.  Pasangan ini mirip layaknya membeli valas, US$ to IDR.

5. Mulai Melakukan Transaksi Beli dan Jual

Setelah menentukan pasangan yang ingin diperjual-belikan. Anda dapat membuat ordernya. Dengan cara memasukkan harga serta jumlah Bitcoin yang ingin dibeli.

Berikutnya, akan muncul jumlah nominal rupiah yang diperlukan. Pilih jenis order, taker maupun maker.

Untuk tahap penjualan Bitcoin tak jauh berbeda dengan tahap pembeliannya. Namun, setelah eksekusi sukses, deposit rupiah bertambah serta kepemilikan Bitcoin akan berkurang.

6. Melakukan Withdraw atau Penarikan

Untuk menarik Bitcoin dalam rupiah prosesnya cukup mudah. Anda cukup mengajukan penarikan via aplikasi yang digunakan.

Selain itu, Anda bisa menarik Bitcoin yang Anda punya di exchange. Caranya dengan memasukkan alamat digital wallet yang jadi tujuan pengiriman Bitcoin.

Karena exchange memanfaatkan jaringan perbankan guna mengirimkan uang, maka membutuhkan waktu paling tidak 1  x  24 jam. Waktu ini untuk tahap penarikan rupiah. Lama maupun cepatnya ditentukan tahap di bank.

7. Transfer Bitcoin

Bitcoin pun dapat ditransfer ke user investasi Bitcoin lainnya yang masih satu exchange. Langkahnya dengan mengisi alamat digital wallet yang dituju untuk mengirim keluar exchange.

Dengan DeFi, biaya pengiriman uang dapat diturunkan hingga di bawah 3%. Apa Anda tertarik untuk mencoba instrumen investasi yang sangat menguntungkan ini? Download Coinomo di Play Store, dan download Coinomo di App Store.