Pengembangan Konsep Industri Kreatif Untuk Produk Lokal

Untuk mendukung majunya sektor pariwisata dan ekonomi kreatif, maka belum lama ini pemerintah meluncurkan program #BeliKreatifLokal. Program ini selaras dengan konsep industri kreatif yang selain mengedepankan kreativitas juga harus memiliki unsur edukasi serta bermanfaat bagi lingkungan.

Program ini memang sama dengan kampanye Cintai Produk Dalam Negeri tapi dengan kemasan yang lebih kekinian. Program ini memang belum lama diluncurkan, yaitu sejak awal pandemi Covid-19 yang mulai melanda Indonesia. Walau demikian, program ini sudah mulai dirasakan terutama bagi para pelaku industri kreatif.

Konsep Industri Kreatif Untuk Usaha Lokal

Program ini sendiri memang dikhususkan bagi pelaku ekonomi kreatif dalam negeri yang terdampak pandemi. Hal ini nggak cuma menguntungkan pelaku usaha aja sih, tapi juga semua sektor, termasuk juga masyarakat.

Di saat pandemi, semuanya macet, termasuk pemasukan dari industri kreatif. Kalau bukan masyarakat sendiri yang ikut membangkitkannya lalu siapa lagi? Apalagi kalau terus mengagungkan produk impor, bukan hanya harganya yang mahal tetapi juga akan mematikan usaha lokal.

Dengan diluncurkannya program ini, ada banyak tenaga kerja yang terserap dan pertumbuhan industri kreatif di Indonesia pun berangsur pulih. Bahkan, sejak diluncurkan April 2020 kemarin, program ini udah bisa menyerap hingga 6.738 pekerja.

Jumlah ini nggak sedikit dan diharapkan bisa lebih bertumbuh. Karena ya kamu pasti tahu kondisi ketika pandemi. Salah satu sektor yang paling parah terdampak memang sektor industri kreatif tetapi juga menjadi sektor yang paling cepat bangkit.

Bimbingan Program #BeliKreatifLokal

Bekerja sama dengan 6 e-commerce dan 2 jasa transportasi daring tentunya membawa perubahan bagi pelaku usaha lokal. Dengan program ini maka pelaku usaha ekonomi kreatif akan diberikan arahan tentang pengembangan produk yang benar.

Semua diajak untuk bisa mengoptimalkan platform yang ada dan menjadikannya saran promosi yang positif. Masyarakat pun didapuk untuk jadi motor penggerak bagi program ini dan lebih cinta kepada produk lokal yang kualitasnya tentu bisa dibandingkan dengan produk luar.

Anggota dari program ini akan diberikan bimbingan langsung dari ahli dan praktisi yang tentu udah nggak asing di bidangnya. Nggak cuma tentang peningkatan kualitas, tapi juga desain produk hingga cara penjualan yang efektif dan digitalisasi.

Nggak cuma itu, peserta program juga bakalan dapat fasilitas. Contohnya adalah bantuan dalam pendirian badan hukum. Jadi setiap pelaku usaha akan mendapat payung hukum. Hal ini penting agar karya mereka dilindungi dan tentunya mereka juga bisa lebih bertanggung jawab dengan produk yang mereka hasilkan.

Terus ada juga pengurusan sertifikat Hak Atas Kekayaan Intelektual atau yang lebih dikenal dengan nama Hak Cipta. Jadinya pelaku usaha bisa lebih kreatif dalam berinovasi dan nggak takut karya mereka dijiplak pihak yang nggak bertanggung jawab.

Bimbingan lainnya yang juga bakalan didapatkan adalah pelatihan dan penyediaan aplikasi pembukuan berbayar sampai pengurusan sertifikat cuti bayar pajak.

Fokus Utama PengembanganĀ 

1. Subsektor Kuliner

Nggak bisa dipungkiri memang kalau dunia kuliner tuh nggak ada matinya. Terbukti dengan nilai 54,4% yang berhasil disumbangkan sektor ini kepada total revenue seluruh peserta. Apalagi di Indonesia ada banyak kekayaan kuliner yang bisa digali dan dijadikan sebagai alat promosi.

Terbukti beberapa produk kuliner bisa berhasil setelah mengikuti program #BeliKreatifLokal. Salah satu yang paling banyak dicari adalah Juragan KeripiX JK yang mengandalkan menu keripik singkong berbagai rasa.

Bahkan produk ini membuat pesanan selama 24 jam. Kamu yang suka overthinking tengah malam bisa banget checkout produk ini kapan aja. Salah satu produk andalan dari keripik ini adalah keripik pedas level 100.

Usaha kuliner lain yang ikut program ini dan kemudian berhasil lainnya adalah Dapur Cihuuyy, MakYos, Doi Coffee, Machili, One Bite Dimsum, Siomay Raya dan Kresss. Tentunya nama-nama ini akan semakin bertambah seiring dengan program yang terus berjalan.

2. Subsektor Fashion

Selain kuliner, contoh industri kreatif yang nggak lekang dimakan waktu adalah fashion. Subsektor ini menyumbang peserta terbanyak kedua setelah kuliner. Salah satu peserta yang mengalami kenaikan omzet adalah Rumah Sandal Geulis.

Nggak tanggung-tanggung, mereka menerima pesanan sebanyak 5.000 pasang sandal setelah ikut bimbingan.

3. Subsektor Kriya

Nama-nama industri kriya yang menjadi peserta program ini dan berhasil antara lain adalah Avalo, Origamix, Deliā€™o Craft, Nowy Craft, dan masih nggak terhitung nama lainnya. Memang seni kriya adalah salah satu pondasi industri kreatif yang sangat dekat dengan sektor pariwisata.

Sebagai peserta terbanyak ketiga, nggak heran jika ada banyak nama yang berhasil bangkit dan kembali eksis di tengah badai pandemi. Hal ini membawa optimisme bagi pelaku usaha lainnya.

Konsep industri kreatif memanfaatkan intelegensi, seni dan berbagai hal tak terbatas lainnya. Dengan memadukannya menjadi satu produk dengan kearifan lokal, maka akan muncul manfaat bagi lingkungan terdekat. Nggak menutup kemungkinan ekonomi nasional akan cepat membaik.