Hal yang Wajib Diketahui Seputar Penyimpanan Biji

 

Praktek pertanian yang dijalankan dengan baik akan menjaga kualitas komoditas atau bahan pertanian mulai dari lahan sampai ke penyimpanannya bahkan sampai distribusi atau transportasinya ke konsumen.

Ilmu dan teknik penyimpanan komoditas pertanian seperti serealia dan biji-bijian yang baik akan menjaga kualitasnya tetap baik selama penyimpanan, sehingga perlindungan biji menjadi maksimal sampai ke tangan konsumen (grain protection).

Penyimpanan tidak berhenti hanya pada sebatas pengumpulan produk atau komoditas, melainkan juga untuk memberikan perlindungan biji atau komoditas yang disimpan agar selalu berada dalam keadaan yang aman agar tidak mengalami risiko kerusakan kualitas selama penyimpanannya. Berikut ini adalah beberapa metode untuk penyimpanan biji-bijian yang digunakan petani.

Pengumpulan

Langkah penyimpanan biji-bijian yang pertama kali dilakukan untuk memberikan perlindungan biji yang baik yaitu dengan cara membuat perencanaan penyimpanannya.

Perencanaan membutuhkan proses penyusunan strategi penyimpanan varietas tanaman yang berbeda-beda seperti jagung, gandum, milet, dan tanaman-tanaman lainnya.

Langkah ini harus disesuaikan dengan skala atau kapasitas petani dalam melakukan penyimpanan secara komersial. Pemilihan silo juga dapat dilakukan melalui perencanaan ini.

Pemanenan

Tahap perlindungan biji selanjutnya yaitu pengidentifikasian metode penyimpanan biji. Setelah biji-biji telah mencapai tingkat kematangannya, maka selanjutnya proses pemanenan harus dilakukan.

Selama tanaman berada di lahan, petani komersial yang mendapatkan akses terhadap peralatan pengeringan dapat melakukan proses pengeringan hingga tanaman mencapai kadar air yang aman untuk penyimpanan.

Langkah ini merupakan tahap yang vital untuk menjaga komoditas dan mencegahnya dari kerusakan. Untuk mendapatkan biji dengan kondisi yang lebih bersih, petani dapat memperpanjang waktu penyimpanan ke silo komersial untuk proses lebih lanjut.

Penyimpanan

Tahap ketiga merupakan tahap yang penting untuk memahami metode penyimpanan biji yang berbeda. Metode ini juga tergolong ke dalam penyimpanan biji modern yang digunakan secara luas pada seluruh industri pertanian (grain protection).

Keberhasilan dari biji-bijian yang disimpan bergantung pada fasilitas gudang yang digunakan. Berikut ini adalah beberapa tahap untuk mempertimbangkan apakah penyimpanan dilakukan secara indoor atau outdoor.

Faktor keberhasilan penyimpanan sebagian besar dipengaruhi oleh kadar air pada biji yang disimpannya. Kemudian, suhu dan kadar kelembaban yang ada di lingkungan sekitar biji-bijian yang disimpannya juga mempengaruhi kualitas biji selama penyimpanannya.

Alternatif penyimpanan untuk petani kecil

Petani berskala besar akan memiliki tugas yang lebih tersortasi, namun petani dengan skala kecil akan memiliki tantangan yang berbeda. Tantangan yang dialami oleh petani berskala kecil yaitu kesulitan dalam menentukan tempat untuk menyimpan komoditas mereka.

Metode penyimpanan biji-bijian seperti jagung yaitu untuk meletakkannya pada area yang lebih kering untuk bisa bertahan dalam penyimpanan jangka panjang.

Petani harus memiliki pertimbangan yang matang dan berhati-hati terhadap kondisi suhu dan kadar air di area gudang.

Monitoring suhu dan kelembaban

Pengetahuan seputar suhu dan kelembaban gudang penyimpanan komoditas juga menjadi kunci keberhasilan perlindungan terhadap biji atau komoditas pertanian lainnya.

Pengetahuan tentang keseimbangan kelembaban atau titik ekuilibrium kelembaban penting untuk dipahami terutama pada varietas tanaman yang berbeda akan menghasilkan akumulasi panas dan kelembaban yang berbeda juga pada silo.

Kesimpulan

Beberapa metode penyimpanan biji pada gudang di atas dapat digunakan untuk memastikan keamanan dan penyimpanan biji dalam jangka waktu yang panjang. Jika petani mempertimbangkan untuk menggunakan metode yang berbeda, maka petani harus membuat perencanaan yang strategis untuk memberikan perlindungan biji yang maksimal.