Sebelum Cairin PayLater Kredivo, Cek Dulu 5 Hal Ini!

Kalau kamu cari aplikasi PayLater yang nggak cuma bisa diandalkan untuk transaksi nontunai, maka Kredivo adalah salah satu pilihan yang tepat. Sebab, layanan yang ditawarkan Kredivo bisa dibilang hampir mirip dengan kartu kredit. Limit yang tersedia di akun Kredivo-mu nggak cuma bisa digunakan untuk belanja, tapi bisa juga dicairkan jadi pinjaman tunai. Tentunya dengan cara resmi yang disediakan oleh Kredivo langsung. 

Alhasil, limit kredit di akun Kredivo bisa digunakan dengan lebih fleksibel sesuai kebutuhanmu. Apalagi kalau ada kebutuhan mendesak, nggak perlu bingung cari pinjaman ke mana-mana, mencairkan PayLater Kredivo mungkin bisa jadi salah satu solusinya. Untuk ukuran pinjaman online, suku bunga Kredivo juga cukup bersahabat, mulai dari 1,99% per bulan. 

Tapi, sebelum mencairkan PayLater Kredivo atau mengajukan pinjaman, ada 5 hal yang sebaiknya kamu cek dan pertimbangkan lebih dulu. Dengan begitu, proses pengajuan pinjamanmu bisa lancar dan menjaga keuangan tetap aman. 

  • Pastikan kamu tahu mekanisme pinjaman di Kredivo

Supaya nggak kaget saat pengajuan atau bayar tagihan pinjaman nantinya, kamu wajib tahu mekanisme pinjaman di Kredivo lebih dulu. Untuk pengajuan pinjaman yang pertama kali, kamu hanya bisa mencairkan 80% dari jumlah limit yang tersedia. Misalnya kamu punya limit sebesar Rp 10 juta di Kredivo, maka kamu bisa ajukan pinjaman mulai dari Rp 500 ribu sampai dengan Rp 8 juta maksimal. 

Selain itu, tenor pinjaman atau cicilan yang tersedia di Kredivo hanya ada dua, yaitu 3 bulan atau 6 bulan. Ketika ajukan pinjaman, kamu juga akan dikenakan biaya admin sebesar 6% dari total pinjaman dan akan dipotong langsung kalau pinjamanmu disetujui dan akan dicairkan. 

Setelah mengisi formulir pinjaman, Kredivo akan menampilkan simulasi cicilan sesuai tenor dan nominal pinjaman yang kamu ajukan. Pastikan untuk mengecek simulasinya dengan cermat, ya.

  • Tujuan pengajuan dan penggunaan pinjaman

Sebenarnya, nggak ada aturan khusus mau digunakan untuk apa uang pinjaman nantinya. Tapi, kalau kamu mau keuangan tetap aman, ada baiknya pengajuan pinjaman diperuntukkan hanya untuk kebutuhan mendesak, bukan kebutuhan konsumtif seperti berbelanja atau liburan. Hal ini juga membantu kamu tetap disiplin dalam menggunakan layanan pinjaman atau kredit online, plus jumlah tagihannya masih bisa terkontrol dengan baik. 

  • Cek kondisi keuangan sebelum tambah cicilan atau pinjaman baru

Kondisi keuangan yang sehat nggak bisa terwujud tanpa mengontrol jumlah utang atau cicilan. Keuangan bisa dibilang sehat, kalau jumlah utang yang kita miliki sekarang masih berada di bawah 30% total penghasilan per bulannya. Kalau jumlah utang sudah lebih dari 30%, akan sangat berisiko membuat kebutuhan lain jadi nggak bisa terpenuhi dan hasilnya gaji jadi hanya habis untuk bayar utang atau cicilan. 

Maka dari itu, sebelum memutuskan untuk pakai fitur pinjaman tunai di Kredivo, yuk cek lagi apakah kondisi keuangan pribadi kita masih cukup sehat dan bisa ditambah dengan pinjaman baru? 

  • Apakah masih ada tagihan berjalan di akun Kredivo-mu?

Selain mengecek kesehatan keuangan, mengecek tagihan atau transaksi berjalan di Kredivo juga penting untuk dilakukan. Misalnya, baru bulan lalu kamu ambil cicilan barang di Kredivo dengan tenor s.d 12 bulan. Ini berarti, selama 12 bulan ke depan, akan ada tagihan yang harus kamu bayarkan secara rutin. Otomatis, kalau ada pinjaman baru, tagihan yang harus kamu bayar di Kredivo jadi bertambah banyak. 

Perlu diingat, makin banyak tagihan atau cicilan yang kita punya, sedikit banyak akan berpengaruh pada skor kredit kita. Apalagi kalau nantinya pembayaran tagihan terlambat, hal ini bisa membuat skor kredit kita jadi menurun. Jadi sebaiknya, hindari mengambil cicilan atau pinjaman di Kredivo dalam waktu yang sama atau berdekatan. Usahakan untuk menjaga jaraknya agar jumlah tagihan bisa teratasi dan nggak bikin keuanganmu berantakan. 

  • Apakah masih ada cara selain ajukan pinjaman?

Langkah terakhir yang nggak ada salahnya untuk dicek adalah: apakah masih ada cara lain sebagai solusi, selain ajukan pinjaman? Misalnya menggunakan uang tabungan yang tersedia, menjual atau menggadaikan barang berharga di rumah sementara, dan hal-hal sejenisnya yang bisa membantumu menghadapi situasi darurat. 

Pinjaman tunai bisa dijadikan solusi terakhir kalau memang sudah nggak ada lagi yang bisa dilakukan seperti menjual barang atau pakai uang tabungan.