Bunga mawar merupakan salah satu bunga yang banyak disukai masyarakat di Indonesia. Bunga mawar yang memiliki kelopak cantik dan batang berduri ini berasal dari dataran Cina, Timur Tengah dan Eropa Timur, tersebar di daerah-daerah beriklim dingin (sub-tropis) maupun panas (tropis). Tak heran perkebunan bunga mawar banyak dijumpai dan bunga ini banyak dipelihara di rumah-rumah indonesia yang memiliki Iklim tropis.
Mawar memiliki beberapa varietas yang cocok sebagai bunga potong, diantaranya Cemelot, Frad Winds, Mr. Lincoln, dan Golden Lustee. Ketika ingin menanam bunga mawar, varietas yang paling cocok adalah Folk Song, Khatherina Zeimet, Woborn Abbey dan Cimacan Salem. Setelah mengetahui varietas bunga mawar yang cocok untuk ditanam, berikut adalah Cara Menanam Bunga Mawar di Iklim Tropis.
Media Tanam
Tingkat keasaman tanah yang cocok untuk mawar adalah sekitar 5,5 – 7,0 pH. Tanah Latosol merupakan media tanam yang memiliki tingkat keasaman tanah seperti ketentuan diatas. Selain itu tanah liat berpasir, subur, gembur, banyak mengandung bahan organik, memiliki kedalaman tanah cukup dalam, dan tanahnya mudah mengikat air.
Pupuk
Pupuk pada tanaman dapat memenuhi kebutuhan nutrisi pada tanaman mawar, pemberian pupuk NPK yang mengandung unsur hara utama, yakni nitrogen, fosfor, dan kalium bisa dijadikan pilihan. Berikan pupuk NPK secukupnya, hindari pemberian pupuk secara berlebih.
Cara penggunaannya, gunakan 10-20 butir pupuk NPK pada setiap tanaman dengan melarutkannya kedalam air atau menghaluskan dan menaburkannya pada tanah. Berikan pupuk 1 bulan 1 kali atau berikan 1 kali dalam 2 minggu dan jangan berlebih.
Suhu Udara
Suhu yang cocok untuk menanam mawar adalah 18 hingga 26 derajat Celcius, dengan kelembaban 70-80 persen. Walaupun seluruh kawasan di Indonesia masuk kedalam iklim tropis, memperhatikan suhu merupakan salah satu hal yang penting yang perlu dipikirkan. Sehingga ketinggian menanam yang paling aman adalah sekitar 500 hingga 1500 meter diatas permukaan laut.
Sinar Cahaya Matahari
Seperti tanaman pada umumnya, tanaman mawar membutuhkan sinar matahari untuk proses fotosintesis demi keberlangsungan hidup dan pertumbuhannya. Simpan atau tanam pada tempat yang mendapatkan sinar matahari secara langsung maupun tidak langsung namun jangan lupa perhatikan suhu dan kelembaban.
Siram 2 Kali Sehari
Siram 2 kali sehari dipagi hari dan sore hari. Jaga kondisi agar tanah menjadi tidak terlalu kering dan terlalu basah. Tanah yang kering akan menghambat nutrisi dan mengakibatkan bunga menjadi kekeringan. Tanah yang terlalu basah akan menyebabkan tanaman menjadi busuk.
Lindungi dari Serangan Hama
Gunakan pestisida untuk melindungi tanaman dari serangan hama. Karena pestisida merupakan bahan kimia, dalam pemakaiannya ikutilah cara pemakaian yang tertera dari produk yang digunakan karena setiap produk memiliki komposisi yang berbeda-beda.
Memotong Daun dan Batang
Tanaman yang memiliki batang dan daun yang terlalu banyak juga tidak baik dalam persebaran nutrisi ke bunga. Hilangkan juga batang dan daun yang mengering atau yang terkena serangan hama atau penyakit untuk menghambat penyebaran hama dan penyakit yang menempel pada tanaman mawar.
Banyak sekali cara menanam bunga mawar yang beredar. Dalam menanam merupakan hal yang wajar jika mengalami kegagalan dalam mencobanya. Hal yang terpenting adalah bagaimana kita belajar dari pengalaman sehingga dapat menentukan cara yang terbaik dan cocok sesuai dengan kondisi lingkungan kita.