Saat ini, perubahan iklim menjadi masalah serius. Jika dibiarkan, dampaknya di masa mendatang akan semakin parah. Untuk itu, diperlukan inisiatif untuk mengatasi perubahan iklim. Nestle memberikan respon terhadap masalah ini dengan merencanakan energi terbarukan. Sebagai informasi, energi terbarukan merupakan energi dari ‘proses alam berkelanjutan’ seperti panas bumi, proses biologi, arus air, tenaga angin, dan tenaga surya.
Upaya Peningkatan Efisiensi Produksi dan Kualitas Produk dengan Energi Terbarukan
Ada banyak manfaat energi terbarukan seperti meningkatkan Kesehatan manusia, sebagai sumber energi melimpah/tak terbatas, dan mengurangi pemanasan global. Untuk itu, Nestle menjalankan beragam upaya dengan teknologi mutakhir untuk dapat menjaga lingkungan hidup. Beberapa diantara upaya yang dilakukan oleh Nestle adalah sebagai berikut:
1. Biogas
Untuk mengalihkan penggunaan energi fosil ke energi terbarukan, Nestle menggunakan energi biogas di keluarga peternak sapi perah di wilayah operasi pabrik Nestle. Dengan alat konversi biogas, peternak mengubah limbah jadi energi yang dapat digunakan untuk kebutuhan setiap hari.
2. Biomassa dari sekam padi
Selain itu, Nestle juga memanfaatkan mesin boiler biomassa untuk mengubah gabah atau sekam padi menjadi energi. Hal ini bertujuan untuk menekan penggunaan energi fosil yang dapat habis sewaktu-waktu. Penggunaan energi alternatif ini bisa mengurangi emisi gas rumah kaca.
3. Pengelolaan air
Kita semua tahu bahwa air merupakan sumber kehidupan. Oleh karena itu, Nestle fokus pada pengelolaan air yang bertanggungjawab untuk energi terbarukan. Nestle berkomitmen untuk selalu melestarikan penggunaan air id area produksi/pabrik. Bagi Nestle, air adalah prioritas untuk menghasilkan uap, Menara pendingin, serta sebagai pembersih.
Bukan hanya itu saja, untuk mengatasi perubahan iklim dengan energi terbarukan di Indonesia, Nestle juga berupaya untuk terus meminimalisir sampah. Untuk mencapai zero waste, Nestel melakukan pendekatan efisiensi sumber daya dalam beberapa tahun terakhir. Tujuannya untuk menghindari pembuangan makanan serta memanfaatkan semua material, melalui pemulihan energi dan penggunaan by-product dengan cara baru.
Inovasi Nestle untuk Mengatasi Perubahan Iklim
Mengatasi perubahan iklim harus berpacu dengan waktu. Itulah kenapa Nestle terus melakukan inovasi untuk mengatasi masalah ini. Dengan proses anaerobic digestion, pabrik Nestle di Fawdon, Inggris, mengubah limbah produksi kembang gula jadi energi lewat proses konversi limbah. Pengolahan limbah cair ini berlangsung dengan cepat.
Kemudian, limbah sisa produksi dan limbah cair, serta beberapa produk yang cacat produksi dicampur & dilarutkan jadi limbah cair ‘sup cokelat’. Laly, ‘sup’ tersebut dialirkan ke tangka kedap udara. Maka, terjadilah proses anaerobic digestion, yakni proses alami saat bakteri memecah-mecah materi yang bisa diurai.
Proses ini menghasilkan sumber energi terbarukan (biogas) yang mengandung gas metana. Kini, biogas di pabrik tersebut bisa memenuhi kebutuhan energi di pabarik tersebut hingga 5 – 8 persen. Bahkan, proses ini juga membantu membersihkan air limbah dari pabrik.