3 Jenis Investasi Untuk Ibu Rumah Tangga

Ibu Rumah Tangga juga Perlu Investasi

Biasanya seorang ibu rumah tangga harus dapat mengurus rumah, mulai dari merawat keluarga termasuk anak-anak, merawat rumah, sampai mengurus keuangan keluarga. Meskipun banyak ibu rumah tangga tidak ikut campur dalam masalah keuangan, namun di zaman modern, inilah saatnya bagi ibu rumah tangga untuk mulai beremansipasi. Dalam artikel ini akan dibahas mengenai tiga jenis investasi ibu rumah tangga atau pemula yang dapat Anda jadikan referensi.

 

Rencanakan Keuangan Keluarga dengan Investasi

Salah satu tantangan keuangan dalam rumah tangga adalah memenuhi semua kebutuhan dan merencanakan masa depan. Meskipun belum punya anak, perlu dipikirkan berapa banyak biaya yang dibutuhkan setelah ada anak nanti. Mulailah membuat anggaran dan menabung sehingga semua kebutuhan terpenuhi. Suatu waktu akan ada titik di mana penghematan sudah mentok dan kita harus menemukan cara lain.

Caranya adalah memperbanyak uang dengan berinvestasi. Pertama, mari kita mengenal investasi terlebih dahulu. Investasi adalah pengeluaran yang terkait dengan akumulasi bentuk aktiva untuk membeli barang modal dan peralatan produksi dengan harapan mendapatkan keuntungan di masa depan. Investasi juga sering disebut sebagai penanaman modal atau pembentukan modal.

Berdasarkan ilmu ekonomi, investasi adalah pembelian atau produksi modal barang yang tidak dikonsumsi tetapi digunakan untuk produksi yang akan datang atau barang produksi. Anda tentu tidak ingin melakukan investasi berisiko tinggi, jika Anda masih pemula dan tidak tahu apa-apa.

 

Jenis Investasi yang Cocok Untuk Ibu Rumah Tangga

Saat ini, jenis investasi sangat beragam dan dapat disesuaikan dengan karakteristik Anda. Variasi investasi biasanya dinilai berdasarkan potensi laba dan risiko, seperti yang akan dijelaskan di bawah ini. Tetapi jumlah produk investasi tentu membuat orang bingung.

Berikut ini adalah beberapa contoh investasi yang paling cocok untuk ibu rumah tangga atau pemula:

1. Reksa Dana

Reksa dana adalah pola manajemen modal bagi sekelompok investor untuk berinvestasi tanpa perlu pusing instrumen investasi yang tersedia di pasar. Investasi ini baik untuk pemula yang tidak memahami dunia saham, obligasi, dan instrumen investasi lainnya karena dalam skema investasi reksa dana akan ada manajer investasi (MI) yang dapat membantu mengelola uang Anda.

Dana yang Anda investasikan dalam reksa dana akan dikombinasikan dengan orang lain setelah itu baru dikelola bersama untuk mendapatkan laba. Oleh karena itu, tidak perlu modal besar untuk berinvestasi di dalamnya. Reksadana juga menekankan konsep diversifikasi dalam investasinya, di mana penempatan dana atau aset investasi akan dilakukan ke dalam beberapa instrumen berbeda dengan pertimbangan potensi laba (pengembalian), risiko, dan likuiditas.

Beberapa keuntungan dari investasi reksa dana adalah sebagai berikut:

  • Dana investasi dikelola oleh manajer investasi profesional, jadi Anda tidak perlu repot-repot mengelola investasi Anda sendiri.
  • Likuiditasnya tinggi, sehingga investasi dapat dicairkan/dijual kapan saja dengan menggunakan harga NAB yang berlaku saat penjualan.
  • Tidak membutuhkan banyak modal.
  • Mudah diakses, karena ada begitu banyak yang menawarkan transaksi reksa dana online, sehingga Anda dapat melakukan pembelian atau penjualan unit melalui situs yang disediakan oleh beberapa perusahaan manajemen investasi.
  • Hasilnya cenderung besar.

Namun investasi reksa dana ini juga memiliki kelemahan, diantaranya sebagai berikut:

  • Risiko penurunan nilai investasi yang dipengaruhi oleh penurunan harga sekuritas (saham, obligasi, dan sekuritas lainnya) yang termasuk dalam portofolio.
  • Ada risiko likuiditas, yang terlambat dibayar untuk pesanan penjualan, biasanya karena kesalahan administrasi penjualan.
  • Risiko kebangkrutan perusahaan saham dan obligasi yang menjadi portofolio reksa dana.

 

2. Emas

Banyak orang menganggap logam mulia atau emas sebagai salah satu instrumen investasi. Logam mulia menjadi salah satu alternatif investasi paling populer, karena emas memiliki beberapa keunggulan, diantaranya:

  • Emas biasanya likuid dan tidak mudah terkikis oleh inflasi.
  • Emas harganya cenderung stabil dan bahkan naik.
  • Emas tidak mudah rusak dan mudah disimpan, misalnya dalam kasus banjir atau kebakaran, emas lebih aman daripada uang tunai.

Sementara beberapa kelemahan investasi emas ialah:

  • Sulit menemukan tempat penyimpanan.
  • Tidak cocok untuk pembiayaan jangka pendek.
  • Tidak adanya pembagian keuntungan bertahap.

Emas juga memiliki kemungkinan penurunan harga, karena investasi selalu memiliki risiko dan ada fluktuasi harga. Tetapi dalam jangka panjang emas dianggap lebih aman karena seperti properti, emas juga semakin langka. Kelangkaan ini akan menyebabkan harga emas akan terus meningkat. Sesuai dengan logika, ketika permintaan tetap dan pasokan berkurang, maka harga suatu objek akan meningkat. Bagi Anda investor yang tidak terburu-buru dan suka bermain aman, investasi ini cocok untuk Anda.

 

3. Properti

Bisnis properti adalah bisnis yang tidak pernah mati. Ini karena tempat tinggal adalah kebutuhan utama manusia yang tidak akan pernah dimakan waktu. Investasi properti diklasifikasikan dalam investasi aset riil, di mana investasi tersebut dalam bentuk objek berwujud. Investasi tanah atau properti sangat populer akhir-akhir ini. Ini dapat terjadi dengan munculnya kelangkaan. Bayangkan saja, tanah yang tersedia tidak akan meningkat (kecuali proses ekspansi lahan dilakukan oleh pemerintah). Sedangkan populasi terus meningkat. Artinya, permintaan tanah dan properti akan lebih tinggi dari inventarisnya, dan menghasilkan harga yang lebih tinggi.

Beberapa hal ini yang membuat semua orang bersaing untuk menginvestasikan tanah dan properti. Kelebihan investasi properti diantaranya sebagai berikut:

  • Imbas dari investasi properti adalah selalu positif jika Anda pintar menemukan lokasi yang baik.
  • Miliki keuntungan ganda, di mana selain nilai meningkat, Anda juga bisa mendapatkan penghasilan pasif selama Anda tidak menjualnya.
  • Dapat digunakan sebagai jaminan agunan atau kredit.
  • Nilai investasi tidak akan turun seperti nilai mata uang yang terkikis oleh inflasi.
  • Dalam bentuk aset nyata yang bentuknya dapat dilihat dengan jelas. Umumnya investasi fisik yang terlihat lebih populer di kalangan investor.

Meskipun memiliki banyak keunggulan, memulai bisnis properti juga tentu memiliki risiko. Jika Anda gagal mendapat untung, atau lokasi tidak mendukung, Anda dapat terjebak dengan properti selamanya.

Besar risikonya tergantung pada toleransi risiko Anda, itulah sebabnya beberapa orang berani berinvestasi di properti dan beberapa memilih instrumen investasi lainnya. Beberapa kelemahan investasi properti, diantaranya:

  • Kemungkinan adanya kekosongan pada periode waktu yang tidak ditentukan.
  • Umumnya kurang likuid jika dibandingkan dengan instrumen lain (misalnya: emas atau reksa dana).
  • Ada potensi kerusakan pada aset berwujud Anda.