Indonesia merdeka sudah menginjak angka 77 tahun, dari kemerdekaan ini terkandung banyak sejarah dan salah satunya sejarah Harpitnas. Berikut Mpotimes jabarkan selengkapnya tentang harkitnas.
Harkitnas atau Hari Kebangkitan Nasional yang rutin diselenggarakan pada tanggal 20 Mei adalah inisiasi dari Ir. Soekarno di awal kemerdekaan RI. Tanggal 20 Mei sendiri diambil sesuai waktu dibangunnya organisasi Budi Utomo. Beliau menilai Indonesia butuh adanya simbol pemersatu bangsa.
Peringatan Harkitnas kali pertama di gelar di tahun 1948 di Yogyakarta oleh Presiden RI Pertama. Pada masa itu, Soekarno meminta kepada Ki Hajar Dewantara untuk mengenang hari lahir Budi Utomo sebagai hari kebangunan Nasional, dan kemudian dinami sebagai Hari Kebangkutan Nasional (Harkitnas).
Sejarah Hari Kebangkitan Nasional
Pelantikan penetapan Harkitnas pertama kali didirikan dua tahun setelah kemerdekaan. Pada tahun 1947, Belanda melancarkan agresi militer, dengan ini munculah gejolak sosial dan politik. Di waktu itu juga, ibukota Indonesia sempat dipindahkan ke Daerah Istimewa Yogyakarta.
Tak selang waktu, munculah oposisi pemerintah pada pimpinan Amir Syarifudin. Dalam hal ini oposisi diberi nama Front Demokrasi Rakyat sebagaimana menjadi gabungan dari organisasi Sayap Kiri. Dengan kemunculan ini, menjadikan pasokan beras bergolak dan muncullah krisis ekonomi.
Setelah itu, Ir. Soekarno berusaha mencari simbol untuk mempersatukan bangsa ditengah kondisi saat itu. Dan pada waktu itu, akhirnya Soekarno menemukan titik terang terkait symbol tersebut, sehingga terjadilah penetapan hari lahir Budi Utomo sebagai Hari kebangkitan nasional di tahun 1948.
Ada pun sederet tokoh yang ikut serta mendirikan gerakan ini antara lain:
- Soetomo
- Goenawan Mangoenkoesoemo
- Soelaiman
- Gondo soewarno
- Soeradji Tirtonegoro
- soewarno
- Angka Prodjosoedirdjo
- Moehamad Saleh
- Goembrek
Kendati demikian, ada juga sosok penting dan menginspirasi, yaitu dr. Wahidin Soedirohusodo. Beliau adalah salah seorang alumni STOVIA atau School tot Opleiding Van Indische Artsen.
Berkisah dari dr. wahidin yang gemar melakukan perjalanan ke kota besar yang ada di wilayah Jawa menyebarkan gagasan seputar bantuan dana untuk pelajar pribumi berprestasi yang tidak dapat bersekolah. Dan diwaktu inilah ia bertemu pendiri Budi Utomo.
Sehingga akhirnya dr. wahidin menggagas ide guna mencerdaskan bangsa dengan dana pendidikan. tujuannya adalah supaya tidak mudah diadu penjajah. Sedangkan, Soetomo dan rekannya yang sama-sama memiliki rasa nasionalisme, bersepakat untuk membentuk Budi Utomo.